Berita Travel
Home / Berita Travel / 18 Wisata Jombang Kota Santri Paling Hits & Murah

18 Wisata Jombang Kota Santri Paling Hits & Murah

wisata Jombang kota santri
wisata Jombang kota santri

Kabupaten Jombang sejak lama dikenal sebagai kota santri karena banyaknya pondok pesantren besar yang berdiri di wilayah ini. Namun di balik nuansa religius yang kental, wisata Jombang kota santri ternyata menyimpan banyak destinasi menarik yang murah meriah dan cocok untuk segala kalangan. Mulai dari wisata religi, alam, sejarah, hingga spot kekinian untuk berburu foto, semua bisa ditemukan tanpa harus menguras kantong terlalu dalam.

Dalam beberapa tahun terakhir, geliat pariwisata Jombang semakin terasa. Sejumlah destinasi lama dipercantik, sementara objek wisata baru terus bermunculan. Peningkatan fasilitas, akses jalan yang lebih baik, serta promosi dari mulut ke mulut membuat Jombang mulai dilirik bukan hanya oleh warga sekitar, tetapi juga dari luar daerah. Di tengah hiruk pikuk kota santri, terselip suasana tenang dan asri yang membuat wisatawan betah berlama lama.

Wisata Religi Ikonik di Wisata Jombang Kota Santri

Nuansa religius adalah wajah utama wisata Jombang kota santri. Banyak wisatawan datang ke Jombang untuk berziarah ke makam ulama besar, mengikuti kegiatan keagamaan, sekaligus menikmati suasana khas kota santri yang sulit ditemukan di daerah lain. Wisata religi di Jombang bukan hanya soal berdoa dan berziarah, tetapi juga belajar sejarah, budaya, dan peran penting Jombang dalam perkembangan Islam di Indonesia.

Makam Gus Dur dan Kompleks Ponpes Tebuireng, Wisata Jombang Kota Santri Paling Ramai

Makam KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang berada di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, Kecamatan Diwek, adalah salah satu tujuan utama wisata Jombang kota santri. Setiap hari, ribuan peziarah datang dari berbagai daerah untuk mendoakan Presiden keempat RI tersebut, sekaligus mengenang kiprahnya sebagai tokoh pluralisme.

Area makam ditata rapi, dengan jalur khusus peziarah, deretan pedagang suvenir, kitab, peci, hingga makanan khas. Di sekitar pondok, suasana santri dengan bangunan asrama, masjid, dan madrasah menambah kesan religius yang kuat. Biaya masuk tidak dipatok, hanya parkir dan infaq seikhlasnya, sehingga sangat ramah bagi semua kalangan.

10 Pakaian Adat Jawa Barat Paling Unik dan Langka!

“Suasana di Tebuireng selalu menghadirkan rasa haru dan tenang sekaligus, seolah waktu berjalan lebih pelan di tengah lantunan doa dan salawat.”

Makam KH Hasyim Asy’ari dan Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari

Masih di kawasan Tebuireng, terdapat makam pendiri Nahdlatul Ulama, KH Hasyim Asy’ari. Peziarah biasanya sekalian berdoa di kompleks makam keluarga besar ulama Tebuireng. Di dekat area ini berdiri Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari yang menyimpan banyak koleksi penting.

Di museum, pengunjung bisa melihat manuskrip kuno, foto foto bersejarah, benda pribadi para ulama, hingga dokumentasi perjuangan NU dan perkembangan Islam di Nusantara. Tiket masuk museum tergolong murah dengan fasilitas cukup baik, cocok untuk rombongan pelajar maupun keluarga yang ingin belajar sambil berwisata.

Makam KH Wahab Hasbullah dan Kawasan Tambakberas

Tambakberas adalah salah satu kawasan pondok pesantren tertua di Jombang. Di sini terdapat makam KH Wahab Hasbullah, salah satu pendiri NU yang juga menjadi tujuan ziarah. Lingkungan kampung santri dengan banyak madrasah dan toko kitab menjadikan Tambakberas sebagai potret hidup wisata Jombang kota santri yang sesungguhnya.

Peziarah biasanya menyempatkan diri berjalan kaki menyusuri gang gang kecil yang dipenuhi santri bersarung dan berpeci. Di sepanjang jalan, banyak penjual makanan tradisional seperti cenil, lupis, dan gethuk yang bisa dicicipi dengan harga sangat terjangkau.

10 Kolam Renang di Denpasar Paling Hits & Murah!

Wisata Alam Sejuk di Wisata Jombang Kota Santri

Tidak banyak yang tahu bahwa wisata Jombang kota santri juga menyimpan pesona alam yang sejuk dan menyegarkan. Wilayah selatan Jombang yang berbatasan dengan Kediri dan Malang memiliki kontur perbukitan dan pegunungan, sehingga cocok menjadi lokasi wisata alam dan outbond. Beberapa destinasi bahkan sudah dilengkapi spot foto kekinian yang digemari anak muda.

Sumber Biru Wonosalam, Oase Dingin di Tengah Kebun

Sumber Biru di Kecamatan Wonosalam menjadi salah satu primadona wisata alam Jombang. Berada di tengah kawasan hijau dengan aliran sungai jernih, tempat ini menawarkan pengalaman makan di tengah sungai dengan meja dan kursi yang diletakkan di atas aliran air. Sensasi dinginnya air pegunungan yang mengalir di kaki sambil menikmati kuliner khas membuat banyak pengunjung betah berlama lama.

Tiket masuk Sumber Biru sangat terjangkau, hanya ditambah biaya parkir dan makanan yang juga relatif murah. Fasilitas yang tersedia meliputi gazebo, warung makan, tempat bilas, dan area bermain anak. Pengunjung bisa datang bersama keluarga besar, rombongan kantor, atau sekadar nongkrong bersama teman.

Wonosalam Highland dan Kebun Durian

Masih di kawasan Wonosalam, terdapat sejumlah titik wisata alam dengan pemandangan perbukitan hijau yang memanjakan mata. Beberapa pengelola memanfaatkan lahan kebun menjadi area wisata dengan spot gardu pandang, ayunan tinggi, hingga camping ground. Saat musim durian tiba, Wonosalam menjadi ramai karena banyak wisatawan berburu durian lokal yang terkenal legit.

Konsep agrowisata di Wonosalam sangat cocok untuk wisata Jombang kota santri yang ingin menawarkan alternatif rekreasi sehat dan edukatif. Pengunjung dapat belajar tentang perkebunan, menikmati udara segar, dan sekaligus merasakan suasana pedesaan yang masih alami.

Villa Khayangan Bogor Harga Tiket Wahana Keren & Spot Foto Hits!

Air Terjun Tretes Jombang

Air Terjun Tretes yang berada di perbatasan Jombang dan Kediri merupakan destinasi bagi pecinta petualangan. Untuk mencapai lokasi, pengunjung perlu berjalan kaki menyusuri jalur setapak dengan pemandangan hutan dan perbukitan. Ketinggian air terjun yang megah serta udara yang sejuk menjadi daya tarik utama.

Fasilitas di sekitar air terjun memang belum semewah destinasi populer lain, tetapi justru membuat nuansanya masih alami. Biaya masuk relatif murah, hanya retribusi desa dan parkir. Wisata ini cocok bagi mereka yang ingin merasakan sisi lain wisata Jombang kota santri yang lebih menantang dan jauh dari keramaian kota.

Wisata Sejarah dan Edukasi di Wisata Jombang Kota Santri

Selain religi dan alam, wisata Jombang kota santri juga menawarkan banyak pilihan wisata sejarah dan edukasi. Jombang memiliki peran penting dalam sejarah pergerakan nasional, pendidikan Islam, dan budaya lokal. Mengunjungi tempat tempat bersejarah di Jombang bisa menjadi cara menarik untuk belajar sambil berwisata dengan biaya yang terjangkau.

Museum Sepuluh November Jombang dan Jejak Perjuangan

Di beberapa titik di Jombang terdapat monumen dan museum kecil yang menyimpan cerita perjuangan kemerdekaan. Salah satunya adalah museum dan tugu peringatan yang mengabadikan jasa para pejuang lokal. Meski tidak sebesar museum di kota besar, koleksi foto, dokumen, dan replika senjata di sini mampu memberikan gambaran tentang kerasnya perjuangan masa lalu.

Kunjungan ke museum seperti ini sangat direkomendasikan untuk rombongan sekolah. Selain tiket masuk yang murah, pemandu lokal biasanya dengan senang hati menceritakan sejarah dengan gaya yang mudah dipahami anak anak.

Gedung Juang 45 Jombang

Gedung Juang 45 Jombang merupakan salah satu bangunan bersejarah yang sering digunakan untuk kegiatan resmi dan kebudayaan. Arsitektur klasiknya menyimpan nuansa tempo dulu yang fotogenik. Di beberapa kesempatan, gedung ini menjadi lokasi pameran seni, pertunjukan budaya, dan acara komunitas.

Bagi pecinta fotografi, sudut sudut Gedung Juang 45 bisa menjadi latar foto yang menarik. Sambil berfoto, pengunjung juga bisa membaca informasi sejarah yang biasanya dipasang di beberapa bagian gedung.

Perpustakaan dan Taman Pendidikan di Tengah Kota

Sebagai kota santri, Jombang memiliki beberapa perpustakaan umum dan taman bacaan yang cukup aktif. Beberapa di antaranya dikemas sebagai taman pendidikan dengan area bermain anak, pojok baca, dan kegiatan literasi. Wisata edukasi semacam ini sangat cocok bagi keluarga yang ingin mengenalkan budaya membaca kepada anak sejak dini.

Wisata Jombang kota santri tidak selalu harus berupa bangunan megah. Ruang ruang sederhana yang memadukan buku, taman, dan aktivitas komunitas juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang menghargai suasana tenang dan inspiratif.

Wisata Kota dan Taman Keluarga di Wisata Jombang Kota Santri

Di pusat kota, wisata Jombang kota santri menawarkan berbagai pilihan rekreasi ringan yang bisa dinikmati setiap hari. Taman kota, alun alun, dan ruang publik lainnya disulap menjadi tempat berkumpul warga, berolahraga, hingga berburu kuliner malam. Biaya yang dikeluarkan pun sangat ramah di kantong, cocok untuk warga lokal maupun pendatang.

Alun Alun Jombang, Ruang Publik Favorit Warga

Alun Alun Jombang adalah jantung aktivitas warga di pusat kota. Di sini, pengunjung bisa menikmati suasana sore hingga malam hari dengan berjalan santai, duduk di taman, atau mencoba wahana permainan sederhana untuk anak. Di sekeliling alun alun, banyak penjual makanan kaki lima yang menawarkan aneka jajanan murah.

Pemandangan masjid agung yang berdiri tak jauh dari alun alun menambah nuansa religius wisata Jombang kota santri. Saat waktu salat tiba, pengunjung bisa langsung menuju masjid untuk beribadah, lalu kembali melanjutkan aktivitas di alun alun.

Taman Kebon Rojo Jombang

Taman Kebon Rojo merupakan salah satu taman kota yang sering dikunjungi keluarga pada akhir pekan. Di sini terdapat area bermain anak, jalur jogging, dan beberapa spot foto sederhana. Pepohonan rindang membuat suasana terasa sejuk meski berada di tengah kota.

Masuk ke taman ini biasanya tidak dikenai tiket, hanya biaya parkir bagi yang membawa kendaraan. Konsep taman keluarga seperti Kebon Rojo menjadi pelengkap wisata Jombang kota santri yang tidak melulu soal ziarah dan pegunungan, tetapi juga ruang hijau di tengah kota.

Wisata Malam dan Kuliner Sekitar Kota

Saat malam tiba, beberapa ruas jalan di Jombang berubah menjadi pusat kuliner dengan deretan warung tenda dan angkringan. Pengunjung bisa mencicipi aneka makanan seperti nasi pecel, soto, rawon, hingga aneka jajanan tradisional dengan harga yang bersahabat. Suasana malam yang tenang dan tidak terlalu padat cocok bagi mereka yang ingin bersantai setelah seharian beraktivitas.

“Menikmati sepiring nasi pecel di trotoar Jombang pada malam hari sering kali terasa lebih mewah daripada makan di restoran mahal, karena yang dibeli bukan hanya rasa, tetapi juga suasana kota santri yang hangat.”

Wisata Kekinian dan Spot Foto di Wisata Jombang Kota Santri

Seiring berkembangnya media sosial, wisata Jombang kota santri juga beradaptasi dengan menghadirkan berbagai spot foto instagramable. Anak muda menjadi salah satu penggerak utama destinasi kekinian ini, baik sebagai pengunjung maupun pengelola. Meski begitu, harga tiket tetap dibuat terjangkau agar bisa dinikmati semua kalangan.

Kampung Warna Warni dan Spot Mural Kreatif

Beberapa kampung di Jombang mulai berbenah dengan mengecat rumah rumah warga menjadi warna warni cerah. Ditambah dengan mural bertema edukasi dan religi, kawasan ini menjadi menarik untuk dijadikan latar foto. Pengunjung biasanya hanya diminta membayar parkir atau kontribusi kecil untuk kas kampung.

Konsep kampung warna warni ini sejalan dengan identitas wisata Jombang kota santri yang ingin tetap religius namun tetap mengikuti tren kekinian. Mural yang dibuat pun sering kali berisi pesan moral, kutipan tokoh ulama, atau ajakan menjaga kebersihan lingkungan.

Kafe dan Angkringan Bernuansa Santri

Munculnya kafe kafe kecil di sekitar pondok pesantren dan pusat kota menjadi fenomena menarik. Beberapa di antaranya mengusung konsep nuansa santri, dengan dekorasi kitab kuning, poster tokoh ulama, hingga menu yang diberi nama unik. Harga makanan dan minuman di kafe semacam ini biasanya ramah di kantong santri dan pelajar.

Tempat tempat ini menjadi ruang pertemuan ide, diskusi, hingga kajian ringan. Wisata Jombang kota santri bukan hanya soal tempat fisik, tetapi juga suasana intelektual dan religius yang tumbuh di ruang ruang semacam ini.

Taman Selfie dan Mini Park

Di pinggiran kota, terdapat beberapa taman selfie dan mini park yang menawarkan dekorasi unik seperti jembatan cinta, rumah pohon, hingga spot bertema negeri dongeng. Tiket masuknya umumnya sangat terjangkau, menjadikannya alternatif hiburan murah untuk keluarga dan remaja.

Pengelola biasanya menyediakan penyewaan properti foto seperti topi, payung warna warni, hingga kostum sederhana. Meski konsepnya sederhana, antusiasme pengunjung cukup tinggi, terutama saat akhir pekan dan libur panjang. Wisata Jombang kota santri dengan sentuhan kekinian ini menunjukkan bahwa Jombang mampu mengikuti selera zaman tanpa meninggalkan identitas religiusnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *