10 Fakta Open Dining TransJakarta, Makan Mewah Sambil Keliling Kota Jakarta kini memiliki cara baru untuk menikmati makan malam sambil melihat perubahan wajah kota dari kawasan bersejarah menuju pusat bisnis. PT Transportasi Jakarta menghadirkan Open Dining of Jakarta, layanan bersantap di dalam bus tingkat yang menggabungkan hidangan lengkap, perjalanan wisata, pertunjukan musik, serta cerita mengenai sejarah ibu kota.
Layanan ini berbeda dari bus Transjakarta reguler yang digunakan masyarakat untuk berangkat bekerja atau berpindah antarkawasan. Open Dining ditempatkan sebagai produk wisata berbayar dengan kapasitas terbatas. Penumpang duduk di ruang makan yang telah ditata, lalu menerima hidangan secara bertahap selama bus bergerak menyusuri jalan utama Jakarta.
Uji coba Open Dining of Jakarta dimulai pada 23 Juli 2026 di kawasan Kali Besar, Kota Tua, Jakarta Barat. Layanan tersebut kemudian dijadwalkan terbuka untuk masyarakat mulai 1 Agustus 2026. Pemesanan telah tersedia sejak 25 Juli melalui aplikasi TJ Transjakarta yang terhubung dengan Klook.
Berikut sepuluh fakta Open Dining TransJakarta yang perlu diketahui sebelum memesan perjalanan.
1. Open Dining Mengubah Bus Tingkat Menjadi Restoran Berjalan
Open Dining of Jakarta memakai konsep restoran berjalan di dalam bus tingkat. Penumpang tidak hanya duduk menghadap ke depan seperti di kendaraan umum, melainkan menempati ruang yang telah disusun untuk kegiatan makan.
Meja dan tempat duduk ditata agar hidangan dapat disajikan selama kendaraan bergerak. Pramusaji bertugas membawa makanan secara bertahap, membersihkan meja, serta memastikan penumpang dapat mengikuti rangkaian acara tanpa harus berpindah tempat.
Bagian atas bus menawarkan sudut pandang yang lebih tinggi dibandingkan mobil pribadi. Kaca berukuran besar dan bagian atap berkaca membantu penumpang melihat bangunan, lampu jalan, kawasan perdagangan, serta kepadatan kota dari dalam kabin. Informasi pemesanan menyebut perjalanan ini menggunakan bus tingkat dengan pemandangan luas melalui atap kaca.
Konsep tersebut menempatkan bus sebagai bagian utama dari pengalaman. Restoran biasa menghadirkan pemandangan yang tetap, sedangkan Open Dining membawa penumpang melewati sejumlah kawasan dengan suasana yang berubah sejak sore hingga malam.
โMenurut penulis, daya tarik Open Dining bukan hanya berada pada makanan, tetapi pada perubahan pemandangan yang menyertai setiap hidangan selama bus bergerak.โ
2. Tarifnya Rp500.000 untuk Setiap Penumpang
Harga Open Dining of Jakarta ditetapkan sebesar Rp500.000 per orang. Tarif tersebut jauh lebih tinggi daripada ongkos layanan reguler Transjakarta karena produk yang dibeli bukan perjalanan transportasi harian.
Biaya itu mencakup paket makan lengkap, perjalanan wisata dengan bus tingkat, pertunjukan musik biola, serta penyampaian cerita mengenai kawasan yang dilewati. Pelanggan juga memperoleh penjelasan mengenai hidangan yang sedang disajikan.
Calon pelanggan perlu membaca rincian paket pada aplikasi sebelum membayar. Periksa apakah harga yang muncul sudah mencakup pajak, biaya pemesanan, pilihan minuman, serta kegiatan tambahan di titik pertemuan.
Harga Rp500.000 dapat dinilai dengan membandingkan seluruh isi kegiatan, bukan hanya porsi makan. Penumpang membeli pengalaman gabungan berupa wisata kota, pelayanan restoran, hiburan, dan cerita sejarah dalam satu perjalanan.
Tiket juga sebaiknya dipesan berdasarkan tanggal yang benar karena jumlah tempat duduk sangat terbatas. Kesalahan memilih jadwal dapat sulit diperbaiki ketika keberangkatan lain telah penuh.
3. Perjalanan Dimulai dari Kawasan Kota Tua
Kota Tua dipilih sebagai titik awal layanan karena kawasan tersebut mempunyai hubungan kuat dengan sejarah pertumbuhan Jakarta. Uji coba perdana dilakukan di Kali Besar, salah satu bagian penting dari lingkungan bersejarah Jakarta Barat.
Rute yang diumumkan bergerak dari Kota Tua menuju Bundaran Hotel Indonesia, kemudian kembali lagi ke Kota Tua. Dengan perjalanan ini, penumpang dapat melihat peralihan suasana dari bangunan lama, kawasan perdagangan, jalan di sekitar Harmoni, hingga koridor modern Thamrin.
House of Tugu di kawasan Kota Tua tercantum sebagai lokasi pertemuan dalam halaman pemesanan. Paket yang dipasarkan juga menyertakan kegiatan berjalan kaki di area museum House of Tugu sebelum atau sebagai bagian dari rangkaian utama.
Pelanggan sebaiknya tiba lebih awal agar proses pemeriksaan tiket dan pengarahan tidak menghambat keberangkatan. Kota Tua dapat sangat ramai pada akhir pekan, terutama menjelang sore. Waktu tambahan juga dibutuhkan untuk berjalan dari titik turun kendaraan menuju lokasi pertemuan.
Menggunakan transportasi publik dapat mengurangi kesulitan mencari parkir. Namun, pelanggan tetap perlu menghitung waktu perjalanan pulang karena kegiatan dapat selesai setelah malam tiba.
4. Durasi Perjalanan Bus Sekitar 85 Menit
Halaman pemesanan Open Dining of Jakarta mencantumkan perjalanan bus selama sekitar satu jam 25 menit atau 85 menit. Waktu tersebut digunakan untuk menyajikan tiga tahap hidangan sambil membawa penumpang melintasi sejumlah ikon kota.
Durasi sebenarnya dapat dipengaruhi kepadatan lalu lintas. Rute Kota Tua menuju Bundaran HI melewati kawasan yang sering ramai, terutama menjelang jam pulang kantor dan pada malam akhir pekan.
Kemacetan tidak selalu menjadi kerugian bagi layanan wisata semacam ini. Pergerakan yang lebih lambat dapat memberi waktu lebih panjang untuk melihat bangunan dan mendengarkan penjelasan pemandu. Namun, kendaraan tetap harus bergerak cukup stabil agar jadwal penyajian makanan tidak terganggu.
Rangkaian keseluruhan dapat lebih lama daripada 85 menit apabila paket mencakup kunjungan di House of Tugu, registrasi, pengarahan, dan waktu menunggu keberangkatan. Calon pelanggan sebaiknya menyediakan waktu hingga beberapa jam agar tidak terburu buru menuju acara berikutnya.
Penumpang yang mudah mengalami mabuk kendaraan perlu mempertimbangkan kondisi tubuh sebelum berangkat. Makan sambil kendaraan bergerak dapat terasa berbeda dibandingkan bersantap di ruangan tetap.
5. Menu Disajikan dalam Tiga Tahap
Tarif Open Dining mencakup paket makan lengkap yang terdiri atas hidangan pembuka, hidangan utama, dan pencuci mulut. Setiap tahap disajikan secara berurutan selama perjalanan berlangsung.
Klook menjelaskan paket tersebut sebagai menu pencicipan Nusantara tiga tahap yang disusun oleh koki. Tema daerah Indonesia direncanakan berganti setiap minggu, sehingga hidangan dapat berubah berdasarkan jadwal keberangkatan.
Pergantian tema memberi alasan bagi pelanggan untuk memeriksa menu sebelum membeli tiket. Pilihan pada satu pekan belum tentu tersedia pada pekan berikutnya. Perubahan itu juga memungkinkan kuliner dari berbagai daerah diperkenalkan melalui penyajian yang lebih terstruktur.
Calon pelanggan yang mempunyai alergi makanan, pembatasan konsumsi, atau kebutuhan tertentu perlu menghubungi penyedia sebelum melakukan pembayaran. Jangan menganggap seluruh menu dapat diganti langsung ketika sudah berada di dalam bus.
Informasi mengenai bahan utama, produk laut, kacang, susu, telur, dan tingkat kepedasan perlu ditanyakan sejak awal. Ruang pengolahan dan penyajian di kendaraan lebih terbatas dibandingkan dapur restoran, sehingga perubahan mendadak mungkin tidak selalu dapat dilakukan.
6. Tugu Group Terlibat dalam Pengalaman Kuliner
Layanan yang tercantum pada platform pemesanan menggunakan nama Open Dining of Jakarta x Tugu Group. House of Tugu di Kota Tua menjadi lokasi pertemuan sekaligus bagian dari pengalaman sebelum penumpang memasuki bus.
Keterlibatan Tugu Group menghubungkan perjalanan kuliner dengan suasana bangunan bersejarah. Pelanggan tidak hanya menerima makanan di dalam kendaraan, tetapi juga diajak melihat koleksi dan ruang yang berkaitan dengan perjalanan budaya Jakarta.
Kerja sama tersebut membantu menyatukan pelayanan restoran dengan operasional bus. Hidangan harus dipersiapkan agar tetap aman, memiliki suhu sesuai, mudah disajikan, dan tidak cepat berubah kualitas ketika kendaraan bergerak.
Pemilihan menu juga harus mempertimbangkan keadaan jalan. Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno sempat menyinggung bahwa ruas Kota Tua belum seluruhnya mulus. Ia menilai makanan seperti steak dan pasta lebih memungkinkan disajikan dibandingkan hidangan berkuah yang mudah tumpah ketika bus melewati permukaan tidak rata.
โKemewahan layanan ini akan diuji bukan oleh tampilan meja semata, melainkan oleh ketepatan penyajian, suhu makanan, kebersihan, dan kenyamanan saat bus bergerak.โ
7. Hanya 30 Penumpang dalam Satu Perjalanan
Kapasitas Open Dining dibatasi maksimal 30 orang untuk setiap keberangkatan. Jumlah tersebut jauh lebih kecil daripada kapasitas bus tingkat yang digunakan sebagai angkutan biasa.
Pembatasan diperlukan karena sebagian ruang digunakan untuk meja, jalur pramusaji, perlengkapan penyajian, serta kebutuhan pelayanan. Penumpang juga membutuhkan jarak yang cukup agar dapat menikmati makanan tanpa merasa berhimpitan.
Kapasitas kecil menciptakan suasana yang lebih tenang, tetapi membuat tiket berpotensi cepat habis. Pelanggan yang ingin datang bersama keluarga besar atau kelompok kantor sebaiknya memesan jauh sebelum tanggal perjalanan.
Posisi tempat duduk dapat memengaruhi sudut pandang dan cara berinteraksi dengan rombongan. Sebelum membayar, periksa apakah pelanggan dapat memilih kursi atau penempatan akan ditentukan oleh penyelenggara.
Bus juga perlu menyediakan jalur yang tidak terhalang barang bawaan. Penumpang sebaiknya membawa tas berukuran kecil agar ruang di sekitar meja tetap leluasa dan proses pelayanan tidak terganggu.
8. Musik Biola dan Cerita Sejarah Menemani Perjalanan
Makan malam di Open Dining tidak berlangsung dalam suasana tanpa acara. Transjakarta menyiapkan pertunjukan musik biola secara langsung selama perjalanan. Musik tersebut menjadi bagian dari paket yang telah termasuk dalam harga tiket.
Selain pemain biola, terdapat pemandu yang menyampaikan cerita mengenai sejarah kawasan yang dilewati. Penumpang juga memperoleh penjelasan mengenai asal daerah, budaya, dan latar belakang makanan yang disajikan.
Klook menyebut pemandu bercerita secara langsung untuk menghubungkan setiap hidangan dengan warisan budaya daerahnya. Pendekatan tersebut membuat acara tidak berhenti pada kegiatan mencicipi makanan.
Kualitas pengeras suara menjadi penting karena bus berada di jalan yang ramai. Penjelasan harus tetap terdengar tanpa membuat penumpang terganggu. Pemain musik juga perlu menyesuaikan penampilan dengan ruang kabin dan gerakan kendaraan.
Penumpang tetap diharapkan menjaga volume percakapan. Suasana terlalu gaduh dapat membuat pengunjung lain kesulitan mendengarkan cerita yang menjadi salah satu bagian utama paket.
9. Beroperasi Dua sampai Tiga Kali dalam Sehari
Direktur Utama PT Transjakarta Welfizon Yuza menyatakan Open Dining dirancang melayani dua hingga tiga perjalanan setiap hari. Jumlah keberangkatan dapat disesuaikan dengan kesiapan kendaraan, pemesanan, serta hasil evaluasi operasional.
Rano Karno berharap layanan berlangsung pada rentang sore hingga malam, mulai sekitar pukul 16.00 sampai 21.00 WIB. Pemilihan waktu tersebut memungkinkan penumpang melihat cahaya sore, matahari terbenam, dan lampu kota dalam satu rangkaian.
Namun, rentang waktu itu tidak boleh dianggap sebagai jadwal keberangkatan tetap. Pelanggan perlu memeriksa jam yang tersedia pada aplikasi karena setiap sesi dapat mempunyai waktu berkumpul berbeda.
Kondisi lalu lintas, pengalihan jalan, kegiatan kenegaraan, demonstrasi, dan acara besar di pusat Jakarta dapat memengaruhi perjalanan. Penyelenggara mungkin melakukan penyesuaian rute untuk menjaga keamanan dan ketepatan pelayanan.
Pada tahap awal, pemerintah menyebut layanan ini masih berupa uji coba dengan satu bus. Evaluasi dibutuhkan sebelum jumlah kendaraan atau perjalanan ditambah.
10. Tiket Dapat Dipesan untuk Perorangan dan Acara Kelompok
Open Dining dapat dipesan oleh pelanggan perorangan. Seseorang tidak harus mengumpulkan 30 peserta untuk memperoleh tempat. Ia dapat membeli kursi pada jadwal yang masih tersedia dan bergabung dengan penumpang lain.
Transjakarta juga membuka penggunaan untuk kelompok serta acara khusus. Pilihan tersebut dapat dimanfaatkan untuk pertemuan keluarga, ulang tahun, kegiatan perusahaan, jamuan tamu, atau acara komunitas.
Pemesanan dilakukan melalui aplikasi TJ Transjakarta yang bekerja sama dengan Klook. Informasi paket terkini menempatkan House of Tugu sebagai lokasi berkumpul dan mencantumkan layanan dalam bahasa Indonesia serta Inggris.
Kelompok yang ingin memesan satu keberangkatan perlu menanyakan harga, jumlah minimal peserta, pilihan menu, susunan meja, serta kemungkinan membawa dekorasi. Barang tambahan tidak boleh dipasang tanpa izin karena dapat mengganggu keselamatan dan jalur pelayanan.
Sebelum membayar, pelanggan perlu membaca ketentuan perubahan jadwal, keterlambatan, pembatalan, pengembalian dana, serta tindakan penyelenggara ketika perjalanan tidak dapat dilakukan. Simpan bukti transaksi dan kode pemesanan dalam telepon genggam yang mudah diakses.
Datanglah dengan pakaian yang nyaman untuk menaiki tangga bus tingkat. Sepatu dengan pijakan stabil lebih sesuai karena kendaraan dapat bergerak ketika penumpang menuju tempat duduk atau toilet, apabila fasilitas tersebut tersedia. Anak anak dan orang lanjut usia perlu mendapat pendampingan saat naik dan turun.
Penumpang juga perlu mengikuti seluruh arahan petugas, tetap duduk ketika bus bergerak, tidak meletakkan barang di jalur pramusaji, serta tidak membuka perlengkapan kendaraan tanpa izin. Meja makan yang menarik tetap berada di dalam kendaraan berjalan, sehingga aturan keselamatan harus ditempatkan di atas kepentingan mengambil foto.


Comment