Gua Veryovkina merupakan salah satu sistem gua terdalam yang pernah berhasil dijelajahi manusia. Terletak di Massif Arabika, kawasan Pegunungan Gagra di Kaukasus Barat, gua ini memiliki kedalaman lebih dari 2.200 meter dari pintu masuk hingga bagian terdalam yang telah diukur. Angka tersebut membuat Veryovkina selama bertahun tahun dikenal sebagai pemegang rekor gua terdalam di dunia.
Keistimewaan gua Veryovkina bukan hanya terletak pada kedalamannya. Di balik pintu masuk yang relatif kecil terdapat sistem vertikal sangat kompleks yang dipenuhi lubang terjal, lorong sempit, aliran air, kolam bawah tanah, serta bagian yang hanya dapat dilewati dengan teknik penelusuran gua tingkat tinggi.
Mencapai bagian terdalam tidak dapat dilakukan dalam hitungan beberapa jam. Ekspedisi dapat berlangsung berhari hari bahkan berminggu minggu. Para penelusur harus membawa makanan, tali, pakaian khusus, perlengkapan tidur, alat komunikasi, peralatan penelitian, dan berbagai perlengkapan keselamatan ke kedalaman yang hampir tidak terjangkau pertolongan dari permukaan.
Gua Veryovkina Berada di Pegunungan Kaukasus Barat
Gua Veryovkina berada di kawasan Abkhazia, wilayah Kaukasus yang secara internasional umumnya diakui sebagai bagian dari Georgia tetapi memiliki status politik yang disengketakan.
Lokasinya berada di Massif Arabika, bagian dari Pegunungan Gagra di Kaukasus Barat. Kawasan pegunungan ini memang dikenal mempunyai sistem karst yang luar biasa dalam.
Batuan kapur mendominasi kawasan tersebut. Air yang masuk melalui rekahan batu selama waktu sangat panjang secara perlahan melarutkan batu kapur dan membentuk lorong, sumuran vertikal, sungai bawah tanah, serta jaringan gua.
Massif Arabika tidak hanya mempunyai Gua Veryovkina.
Krubera atau Voronya juga berada di kawasan yang sama dan memiliki kedalaman lebih dari dua kilometer. Keberadaan dua sistem gua sangat dalam dalam satu kawasan menjadikan Arabika sebagai salah satu wilayah terpenting bagi penelitian speleologi dunia.
Pintu masuk Gua Veryovkina sendiri berada pada ketinggian sekitar 2.285 meter di atas permukaan laut.
Dari kawasan pegunungan tersebut, perjalanan justru bergerak semakin jauh menuju bagian dalam bumi.
Pintu Masuknya Kecil Dibandingkan Sistem Gua di Bawahnya
Melihat pintu masuk Veryovkina dari permukaan tidak langsung memberikan gambaran tentang besarnya sistem yang tersembunyi di bawah tanah.
Lubang masuknya memiliki ukuran sekitar beberapa meter dan berada di antara batuan kawasan pegunungan.
Setelah memasuki lubang tersebut, penelusur segera menghadapi jalur vertikal.
Sumuran awal mempunyai kedalaman puluhan meter. Setelah itu, rangkaian lorong dan sumuran lain terus berlanjut menuju kedalaman yang semakin ekstrem.
Beberapa bagian membutuhkan penelusur turun menggunakan tali secara vertikal.
Di kedalaman tertentu terdapat sumuran besar yang mencapai lebih dari seratus meter.
Salah satu yang terkenal adalah Babatunda Pit, sebuah sumuran vertikal besar di dalam sistem Gua Veryovkina.
Perjalanan tidak berlangsung lurus menuju bawah. Penelusur harus berpindah dari satu sumuran ke lorong lain, menyeberangi bagian licin, melewati air, kemudian kembali menuruni jalur vertikal.
Gua Veryovkina Pertama Kali Ditemukan pada 1968
Sejarah eksplorasi Veryovkina dimulai pada era Uni Soviet.
Pada 1968, sekelompok penelusur gua menemukan dan melakukan penyelidikan awal terhadap lubang tersebut.
Saat itu, kedalamannya belum diketahui.
Tim awal hanya berhasil menjelajahi bagian terbatas dan mencatat gua tersebut dengan identifikasi S 115.
Eksplorasi pada periode awal tidak menemukan jalur yang menunjukkan bahwa sistem tersebut akan mencapai kedalaman lebih dari dua kilometer.
Penelitian kemudian berlangsung secara bertahap.
Pada 1980 an, penelusur berhasil mencapai kedalaman yang jauh lebih besar dibandingkan eksplorasi pertama. Namun masih terdapat bagian yang dianggap buntu.
Gua Veryovkina kemudian tidak menjadi pusat perhatian selama periode cukup panjang karena penelusur belum menemukan kelanjutan jalur yang meyakinkan.
Puluhan tahun kemudian, tim baru kembali memeriksa sistem tersebut.
Keputusan itulah yang membuka salah satu perjalanan eksplorasi gua paling menarik dalam sejarah modern.
Namanya Diambil dari Alexander Veryovkin
Nama Gua Veryovkina diberikan sebagai penghormatan kepada Alexander Veryovkin, seorang penelusur gua.
Sebelum menggunakan nama tersebut, gua dikenal melalui kode yang diberikan selama eksplorasi awal.
Alexander Veryovkin dikenal dalam lingkungan speleologi dan meninggal dalam sebuah kegiatan eksplorasi gua pada dekade 1980 an.
Pemberian nama tersebut kemudian membuat Veryovkina dikenal luas ketika berbagai ekspedisi berhasil menembus kedalaman yang sebelumnya tidak pernah diperkirakan.
Nama Gua Veryovkina juga dapat ditemukan dengan beberapa variasi ejaan, termasuk Verëvkina.
Perbedaan penulisan terjadi karena transliterasi nama dari alfabet Kiril ke alfabet Latin.
Dalam berbagai publikasi internasional, Veryovkina Cave menjadi bentuk yang paling sering digunakan.
Penemuan Jalur Baru Membuka Kedalaman yang Selama Puluhan Tahun Tersembunyi
Perubahan besar terjadi ketika kelompok penelusur dari Perovo kembali melakukan eksplorasi intensif.
Jalur yang sebelumnya dianggap tidak menjanjikan diperiksa kembali.
Sebuah bagian sempit ternyata membawa tim menuju sistem yang jauh lebih besar.
Dari sinilah kedalaman Gua Veryovkina terus bertambah setiap kali ekspedisi baru dilakukan.
Pada pertengahan 2010 an, tim mulai mencapai kedalaman lebih dari satu kilometer.
Pada 2016, eksplorasi berhasil mencapai sekitar 1.350 meter.
Tidak lama kemudian, kedalaman bertambah secara sangat cepat.
Pada awal 2017, penelusur telah mencapai sekitar 1.832 meter. Angka tersebut langsung menempatkan Veryovkina sebagai salah satu gua terdalam yang pernah diketahui.
Beberapa bulan setelahnya, perjalanan kembali diteruskan.
Tim berhasil melewati batas 2.000 meter, sebuah pencapaian yang hanya pernah terjadi pada sangat sedikit sistem gua.
“Veryovkina memperlihatkan bahwa bagian yang dianggap selesai dalam eksplorasi gua belum tentu benar benar berakhir. Satu celah kecil dapat membuka jaringan yang sebelumnya tidak diketahui.”
Tahun 2017 Mengubah Posisi Veryovkina dalam Speleologi Dunia
Eksplorasi sepanjang 2017 menjadi periode penting.
Pada Agustus tahun tersebut, tim mencapai kedalaman lebih dari 2.200 meter.
Mereka juga menemukan jaringan lorong horizontal yang cukup luas pada bagian sangat dalam.
Temuan tersebut menarik perhatian karena gua super dalam biasanya dianggap didominasi jalur vertikal.
Veryovkina ternyata mempunyai jaringan lorong pada kedalaman lebih dari dua kilometer.
Di bagian bawah juga ditemukan aliran air yang bergerak melalui sistem karst.
Air tersebut menjadi salah satu petunjuk untuk memahami hubungan Veryovkina dengan sistem hidrologi Massif Arabika.
Setelah pengukuran dilakukan, Veryovkina melampaui catatan kedalaman Krubera yang sebelumnya lama dikenal sebagai gua terdalam di dunia.
Status tersebut membuat nama Gua Veryovkina dikenal jauh di luar kalangan speleologi.
Ekspedisi 2018 Mencatat Kedalaman 2.212 Meter
Pada Maret 2018, tim kembali memasuki Veryovkina untuk melakukan eksplorasi lanjutan.
Penelusur mencapai bagian bawah dan melakukan pengukuran pada sebuah sifon yang kemudian dikenal sebagai Captain Nemo’s Last Stand.
Sifon merupakan bagian lorong gua yang terisi air hingga menutup seluruh jalur udara.
Pengukuran terhadap bagian tersebut membawa angka kedalaman Gua Veryovkina menjadi 2.212 meter.
Catatan tersebut kemudian diakui Guinness World Records sebagai rekor gua terdalam.
Namun perkembangan teknologi pengukuran membuat angka kedalaman terus diperiksa kembali pada tahun tahun berikutnya.
Survei yang lebih baru menghasilkan perubahan beberapa meter.
Pada 2024, pengukuran dengan data elevasi yang lebih presisi menghasilkan kedalaman terkonfirmasi sekitar 2.209 meter.
Perubahan tersebut menunjukkan betapa sulitnya mengukur sistem gua yang mempunyai selisih ketinggian lebih dari dua kilometer.
Status Gua Terdalam Kini Memiliki Catatan Pengukuran yang Berbeda
Veryovkina selama bertahun tahun secara luas disebut sebagai gua terdalam di dunia.
Namun daftar terbaru tidak selalu menempatkannya pada posisi yang sama.
Guinness masih mencatat Gua Veryovkina dengan kedalaman 2.212 meter berdasarkan ekspedisi Maret 2018.
Sementara pengukuran berikutnya merevisi kedalaman terkonfirmasi menjadi sekitar 2.209 meter.
Pada saat bersamaan, revisi pengukuran Krubera menghasilkan angka sekitar 2.224 meter dalam sejumlah daftar terbaru.
Dengan angka tersebut, Gua Veryovkina berada pada posisi kedua.
Perbedaan ini bukan berarti bentuk gua tiba tiba berubah puluhan meter.
Penyebabnya terutama berasal dari peningkatan ketelitian pengukuran koordinat dan elevasi.
Dalam speleologi, kedalaman dihitung berdasarkan perbedaan elevasi antara titik tertinggi dan titik terendah sistem yang telah disurvei.
Kesalahan kecil pada posisi pintu masuk atau bagian terdalam dapat mengubah total beberapa meter.
Karena itu, Veryovkina tetap menjadi salah satu dari hanya sedikit gua yang diketahui menembus kedalaman lebih dari dua kilometer.
Mencapai Dasar Bisa Membutuhkan Perjalanan Berhari Hari
Berbeda dengan gua wisata, Gua Veryovkina tidak memiliki tangga nyaman, penerangan tetap, atau jalur pengunjung.
Setiap meter perjalanan membutuhkan tenaga.
Tim harus memasang atau menggunakan tali pada berbagai sumuran.
Perlengkapan diangkut menggunakan tas khusus yang tahan terhadap gesekan dan air.
Untuk mencapai bagian paling dalam, tim ekspedisi biasanya membuat beberapa kamp bawah tanah.
Kamp memungkinkan anggota beristirahat, makan, mengganti perlengkapan, dan mempersiapkan perjalanan berikutnya.
Perjalanan menuju titik terdalam dapat membutuhkan sekitar empat hari bagi tim berpengalaman dalam kondisi tertentu.
Kembali ke permukaan bahkan dapat terasa lebih berat.
Saat turun, gravitasi membantu pergerakan vertikal.
Ketika kembali, penelusur harus menaiki tali hingga ribuan meter secara bertahap.
Tubuh harus bekerja dalam keadaan lembap, dingin, dan kelelahan.
Tidak Ada Cahaya Matahari di Sebagian Besar Sistem
Setelah meninggalkan zona pintu masuk, cahaya alami menghilang sepenuhnya.
Di kedalaman ratusan hingga ribuan meter, tidak terdapat pergantian siang dan malam yang dapat dilihat langsung.
Lampu kepala menjadi satu satunya sumber penerangan utama.
Setiap anggota harus membawa sumber cahaya cadangan karena kehilangan penerangan jauh di bawah tanah dapat menjadi keadaan berbahaya.
Kegelapan juga mengubah cara manusia memahami ruang.
Dinding yang sangat besar hanya terlihat sejauh jangkauan lampu.
Lorong dapat tampak sempit kemudian tiba tiba terbuka menjadi ruangan besar.
Penelusur juga harus mengenali jalur berdasarkan peta, tanda, tali, dan pengalaman tim.
Pada kedalaman sangat besar, komunikasi dengan permukaan tidak dapat mengandalkan telepon seluler.
Peralatan komunikasi khusus digunakan untuk menghubungkan kamp tertentu.
Suhu Dingin dan Kelembapan Menguras Kondisi Tubuh
Gua Veryovkina mempunyai lingkungan yang dingin dan lembap.
Penelusur sering menghadapi air yang mengalir melalui lorong.
Pakaian dapat basah selama berjam jam.
Tubuh harus terus menghasilkan panas untuk mempertahankan suhu normal.
Masalah menjadi lebih serius ketika seseorang berhenti bergerak karena kelelahan atau cedera.
Hipotermia merupakan salah satu risiko penting.
Peralatan yang digunakan karena itu dirancang untuk lingkungan gua ekstrem.
Pakaian pelindung, lapisan termal, sarung tangan, helm, sepatu, dan sistem tali harus mampu bekerja dalam kondisi basah.
Makanan yang dibawa juga harus memberikan energi cukup dengan bobot sekecil mungkin.
Setiap kilogram tambahan harus dibawa turun dan sebagian harus kembali dibawa naik.
Banjir Mendadak Menjadi Salah Satu Bahaya Terbesar
Air merupakan pembentuk gua sekaligus salah satu ancaman terbesar di Veryovkina.
Hujan deras di permukaan dapat memasuki sistem batu kapur melalui berbagai celah.
Dalam waktu tertentu, volume air di lorong bagian bawah dapat meningkat sangat cepat.
Peristiwa paling terkenal terjadi pada September 2018.
Sebuah tim berada lebih dari dua kilometer di bawah permukaan ketika hujan deras terjadi di kawasan pegunungan.
Informasi dari anggota di bagian lebih tinggi memperingatkan bahwa gelombang banjir sedang bergerak menuju kamp bawah.
Tidak lama kemudian suara air terdengar semakin keras.
Lorong yang sebelumnya dapat dilewati berubah menjadi aliran sangat kuat.
Beberapa bagian bahkan terisi air hingga mendekati langit langit.
Para anggota harus meninggalkan sebagian perlengkapan dan bergerak naik secepat mungkin.
Fotografer Robbie Shone yang ikut dalam ekspedisi tersebut memilih meninggalkan peralatan kamera bernilai tinggi agar tidak memperlambat evakuasi.
Gelombang Air Bisa Menutup Jalur Keluar
Kebakaran atau longsor bukan satu satunya keadaan yang dapat membuat manusia terjebak di bawah tanah.
Di Veryovkina, banjir dapat memutus satu satunya jalur yang dapat digunakan untuk bergerak naik.
Beberapa lorong sempit berfungsi seperti saluran.
Ketika air datang dalam jumlah besar, seluruh ruang dapat terisi.
Penelusur tidak dapat sekadar mencari jalan lain karena sistem tali dan jalur yang telah dipasang menentukan rute utama menuju permukaan.
Dalam peristiwa 2018, air meninggalkan jejak tinggi pada bagian gua.
Barang yang sebelumnya berada di lantai ditemukan tersangkut jauh lebih tinggi setelah banjir surut.
Kejadian tersebut memberikan pelajaran penting bagi ekspedisi berikutnya.
Informasi cuaca di permukaan harus dipantau meskipun tim berada ribuan meter di bawah tanah.
Hujan yang terasa biasa bagi orang di permukaan dapat menghasilkan kondisi sangat berbahaya di bagian terdalam.
“Di Veryovkina, kondisi cuaca di gunung tetap menentukan keselamatan orang yang berada lebih dari dua kilometer di bawah permukaan.”
Tragedi Penelusur Tunggal Ditemukan pada 2021
Bahaya Gua Veryovkina kembali terlihat ketika sebuah jasad ditemukan pada 2021.
Tim ekspedisi menemukan tubuh seorang penelusur gua di sekitar kedalaman 1.100 meter.
Korban kemudian diketahui sebagai Sergei Kozeev yang memasuki Veryovkina seorang diri pada 2020.
Perjalanan tunggal ke dalam sistem sekompleks Veryovkina sangat berisiko.
Pada kedalaman tersebut, kesalahan kecil dapat berubah menjadi keadaan yang hampir tidak mungkin ditangani tanpa bantuan tim.
Korban diduga mengalami kesulitan ketika berusaha kembali.
Operasi pengangkatan jasad dari kedalaman lebih dari satu kilometer membutuhkan pekerjaan besar.
Tim harus membawa tubuh melewati lorong sempit, sumuran vertikal, jalur basah, dan berbagai bagian teknis.
Proses tersebut memperlihatkan mengapa eksplorasi gua dalam membutuhkan organisasi serta dukungan banyak orang.
Veryovkina Menjadi Laboratorium Alami bagi Ilmuwan
Veryovkina bukan hanya tempat untuk mengejar catatan kedalaman.
Lingkungan ekstrem di dalamnya memberikan kesempatan bagi ilmuwan mempelajari kehidupan yang berkembang tanpa cahaya matahari.
Organisme bawah tanah harus bertahan dengan sumber energi sangat terbatas.
Beberapa hewan beradaptasi dengan kehilangan pigmentasi, perubahan fungsi mata, serta kemampuan mendeteksi lingkungan tanpa mengandalkan penglihatan seperti hewan permukaan.
Penelitian juga dilakukan terhadap mikroorganisme.
Sampel sedimen dari berbagai kedalaman memperlihatkan keberadaan komunitas bakteri yang berbeda.
Penelitian terhadap mikroba di lingkungan seperti Veryovkina membantu ilmuwan memahami bagaimana kehidupan dapat bertahan pada kondisi dingin, gelap, miskin nutrisi, dan jauh dari permukaan.
Air bawah tanah juga diteliti untuk mengetahui hubungan sistem gua dengan mata air dan danau di kawasan sekitarnya.
Sungai Bawah Tanah Menghubungkan Pegunungan dengan Sistem Air
Air hujan dan salju yang mencair memasuki batuan karst Massif Arabika.
Air kemudian bergerak melalui rekahan dan lorong.
Pada bagian dalam Veryovkina ditemukan aliran air yang cukup besar.
Peneliti menggunakan teknik pelacakan air untuk mengetahui ke mana aliran tersebut bergerak setelah meninggalkan bagian gua yang dapat dijangkau manusia.
Zat pelacak dapat dimasukkan ke aliran bawah tanah kemudian diperiksa kemunculannya pada sumber air di permukaan.
Penelitian semacam ini membantu memetakan sistem hidrologi yang tidak dapat dilihat langsung.
Hubungan antara aliran di bagian terdalam dan sumber air permukaan juga membantu meningkatkan ketelitian pengukuran elevasi Veryovkina.
Dari sinilah revisi terhadap angka kedalaman dapat dilakukan menggunakan teknologi posisi yang lebih presisi.
Pemetaan Gua Membutuhkan Ketelitian Tinggi
Setiap lorong baru yang ditemukan harus diukur.
Penelusur mencatat arah, kemiringan, panjang, serta hubungan antara satu bagian dengan bagian lainnya.
Data tersebut kemudian digunakan untuk membuat peta tiga dimensi sistem gua.
Kesalahan kecil dapat bertambah ketika pengukuran dilakukan sepanjang kilometer.
Veryovkina mempunyai panjang lorong yang telah dipetakan sekitar belasan kilometer.
Sebagian lorong bergerak sangat vertikal, sementara bagian bawah mempunyai jaringan yang lebih mendatar.
Teknologi pengukuran modern membantu meningkatkan ketelitian.
Namun alat tetap harus dibawa secara manual melewati lingkungan yang ekstrem.
Kelembapan, lumpur, benturan, dan air dapat merusak perangkat elektronik.
Karena itu, dokumentasi eksplorasi membutuhkan perpaduan kemampuan teknis dan ketahanan fisik.
Veryovkina Bukan Tempat Wisata Gua Biasa
Popularitas nama Veryovkina terkadang membuat orang membayangkannya sebagai tujuan wisata ekstrem.
Pada kenyataannya, sistem ini bukan gua yang dapat dimasuki wisatawan biasa.
Tidak terdapat fasilitas wisata seperti penerangan, jalan beton, pegangan permanen untuk pengunjung umum, atau layanan pemandu wisata reguler menuju bagian dalam.
Masuk jauh ke Veryovkina membutuhkan kemampuan speleologi teknis.
Seseorang harus memahami penggunaan tali, teknik naik dan turun vertikal, penyelamatan, navigasi, pertolongan pertama, manajemen hipotermia, serta penanganan keadaan darurat.
Pengalaman di gua lain juga menjadi syarat penting sebelum menghadapi sistem sedalam ini.
Kesalahan pada kedalaman beberapa ratus meter saja sudah dapat membutuhkan operasi penyelamatan panjang.
Pada kedalaman lebih dari dua kilometer, kemungkinan pertolongan menjadi jauh lebih rumit.
Penyelamatan dari Kedalaman Bisa Membutuhkan Banyak Hari
Jika seseorang mengalami cedera berat di dekat permukaan, tim medis mungkin dapat tiba dalam hitungan menit atau jam.
Situasinya sangat berbeda di Veryovkina.
Untuk mencapai korban, penyelamat harus menuruni jalur yang sama dengan ekspedisi.
Peralatan medis juga harus dibawa melewati setiap sumuran dan lorong.
Setelah korban ditemukan, pergerakan naik berlangsung lebih lambat karena tubuh harus diamankan pada tandu khusus.
Setiap bagian vertikal memerlukan sistem tali dan banyak anggota.
Lorong sempit dapat memaksa tim memindahkan korban hanya beberapa meter dalam waktu lama.
Komunikasi dan suplai makanan juga harus dipertahankan selama operasi.
Itulah sebabnya pencegahan menjadi bagian utama setiap ekspedisi.
Tim harus melakukan pemeriksaan perlengkapan, pembagian tugas, pemantauan cuaca, serta perencanaan jalur keluar sebelum memasuki kedalaman.
Kedalaman Lebih dari Dua Kilometer Sulit Dibayangkan dari Permukaan
Angka 2.200 meter sering terdengar seperti sekadar statistik.
Untuk memberikan gambaran, kedalaman tersebut jauh melampaui tinggi banyak bangunan tertinggi di dunia.
Jika sebuah struktur setinggi Burj Khalifa yang memiliki tinggi lebih dari 800 meter ditempatkan secara vertikal, dibutuhkan lebih dari dua kali tingginya untuk mendekati selisih elevasi Veryovkina.
Namun perbandingan tersebut tetap belum menggambarkan tingkat kesulitan perjalanan.
Penelusur tidak turun melalui satu lubang lurus sepanjang dua kilometer.
Mereka melewati rangkaian jalur, sumuran, air, lumpur, lorong sempit, serta bagian yang membutuhkan pemindahan perlengkapan satu per satu.
Jarak perjalanan sebenarnya dapat jauh lebih panjang dibandingkan angka kedalaman vertikal.
Setelah mencapai bagian bawah, seluruh perjalanan harus dilakukan kembali dengan arah berlawanan untuk pulang ke permukaan.
Eksplorasi Veryovkina Belum Sekadar Soal Mengejar Rekor
Perdebatan mengenai apakah Veryovkina berada di posisi pertama atau kedua setelah revisi pengukuran tidak mengurangi nilai ilmiahnya.
Perubahan peringkat justru memperlihatkan bagaimana ilmu pengetahuan bekerja melalui pengukuran yang terus diperbaiki.
Ekspedisi baru dapat menghasilkan data elevasi lebih tepat.
Teknologi bawah air juga membuka kemungkinan pemeriksaan sifon yang sebelumnya sulit dijelajahi manusia.
Sementara penelitian biologis menemukan kehidupan pada lingkungan yang pernah dianggap terlalu ekstrem.
Veryovkina karena itu tetap menjadi salah satu sistem bawah tanah terpenting yang pernah ditemukan.
Di bawah pintu masuk kecil pada pegunungan Kaukasus terdapat jaringan lorong lebih dari dua kilometer ke arah bawah, sungai tersembunyi, sumuran vertikal besar, kolam, serta lingkungan biologis yang hampir sepenuhnya terpisah dari dunia permukaan.
Bahkan setelah puluhan ekspedisi, penelitian masih berlanjut untuk memahami hubungan air, geologi, mikroorganisme, serta bagian yang mungkin tersembunyi di balik sifon pada kedalaman ekstrem tersebut.


Comment