Moskow Bidik Turis Indonesia, Visa Elektronik Jadi Andalan Permudah Perjalanan Moskow semakin serius membidik wisatawan Indonesia. Pemerintah Kota Moskow melalui Komite Pariwisata Kota Moskow atau Mostourism datang langsung ke Jakarta pada awal September 2026 untuk bertemu pelaku industri wisata Indonesia, memperkenalkan destinasi, serta menawarkan fasilitas yang dinilai semakin sesuai dengan kebutuhan wisatawan asal Tanah Air.
Indonesia dianggap mempunyai potensi besar. Jumlah wisatawan Indonesia yang mengunjungi Moskow pada semester pertama 2026 mencapai sekitar 3.600 orang. Angka tersebut meningkat 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sepanjang 2025, Moskow menerima sekitar 7.500 wisatawan dari Indonesia. Meski mulai tumbuh, jumlah itu masih tertinggal dibandingkan 2019 ketika sekitar 16.000 wisatawan Indonesia datang ke ibu kota Rusia tersebut.
Salah satu pertanyaan yang kemudian banyak muncul adalah persoalan visa. Apakah warga Indonesia sekarang sudah dapat masuk Rusia tanpa visa? Jawabannya, belum. Pemegang paspor biasa Indonesia masih membutuhkan visa. Namun Rusia telah memasukkan Indonesia dalam daftar negara yang dapat menggunakan visa elektronik terpadu, sehingga wisatawan tidak perlu mendatangi kantor konsuler hanya untuk mengajukan visa wisata singkat.
Moskow Datang Langsung ke Jakarta Memburu Pasar Indonesia
Keseriusan Moskow terlihat melalui kegiatan promosi yang digelar di Jakarta pada 1 September 2026. Mostourism mempertemukan perusahaan wisata Rusia dengan mitra industri perjalanan Indonesia melalui kegiatan bisnis dan promosi destinasi.
Kepala Departemen Urusan Asia, CIS, dan Amerika Latin Mostourism Maria Pasuginova mengatakan Indonesia termasuk pasar yang ingin terus dikembangkan. Selain mempromosikan tempat wisata, Moskow berusaha menjalin hubungan lebih erat dengan agen perjalanan dan perusahaan Indonesia agar paket wisata menuju Rusia semakin mudah ditemukan.
Pemerintah Moskow juga melihat kerja sama dengan Jakarta tidak harus berhenti pada penjualan paket wisata. Pariwisata dapat bergerak bersama kebudayaan, film, fesyen, kegiatan kreatif, serta penyelenggaraan acara antara kedua kota.
Salah satu contoh hubungan tersebut adalah Festival Indonesia yang berlangsung di Moskow pada akhir Agustus 2026. Kota itu juga menawarkan kemungkinan kerja sama industri film melalui kawasan Moskino, fasilitas perfilman yang dikembangkan di Moskow.
Wisatawan Indonesia Belum Kembali ke Angka Sebelum Pandemi
Kenaikan 12 persen pada semester pertama 2026 memberikan sinyal positif, tetapi Mostourism masih mempunyai pekerjaan besar apabila ingin mengembalikan jumlah wisatawan Indonesia ke level 2019.
Pada tahun sebelum pandemi, jumlah kunjungan dari Indonesia mencapai sekitar 16.000 orang. Tahun 2025 baru mencapai 7.500 orang. Artinya, pemulihan telah berjalan, tetapi jumlah wisatawan masih kurang dari separuh pencapaian 2019.
Posisi tersebut menjelaskan mengapa Indonesia kembali menjadi sasaran promosi.
Pasuginova menyebut wisatawan Indonesia juga mempunyai karakter menarik bagi industri Moskow. Berdasarkan data yang dipaparkan dalam kegiatan di Jakarta, wisatawan Indonesia rata rata menghabiskan sekitar sembilan hari di Moskow. Durasi tersebut disebut lebih panjang dibandingkan rata rata sebagian wisatawan internasional lain.
Semakin lama seseorang tinggal, semakin besar pula aktivitas yang dapat dilakukan. Pengeluaran tidak hanya terjadi pada hotel, tetapi juga makanan, transportasi, museum, pusat belanja, pertunjukan, dan perjalanan di sekitar kota.
Jadi, Apakah WNI Sudah Bebas Visa ke Rusia?
Untuk pemegang paspor biasa Indonesia, bebas visa Rusia belum berlaku hingga awal September 2026.
Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov sebelumnya menegaskan kedua negara masih membicarakan kemungkinan kemudahan visa bagi pemegang paspor biasa. Fasilitas bebas visa yang sudah tersedia antara Indonesia dan Rusia berlaku untuk kategori tertentu seperti pemegang paspor diplomatik dan dinas.
Hal ini penting karena kabar mengenai pembicaraan bebas visa terkadang disalahartikan sebagai aturan yang sudah berlaku.
Wisatawan dengan paspor Indonesia biasa tetap harus memperoleh izin masuk sebelum berangkat.
Kabar baiknya, Rusia tidak mengharuskan wisatawan Indonesia selalu mengurus visa melalui prosedur konvensional di kedutaan. Indonesia termasuk negara yang memenuhi syarat untuk visa elektronik terpadu Rusia.
“Menurut penulis, visa elektronik menjadi faktor penting karena hambatan terbesar perjalanan ke negara yang belum bebas visa sering berada pada proses administrasinya, bukan semata harga tiket.”
Visa Elektronik Bisa Diproses dalam Empat Hari Kalender
Sistem resmi Kementerian Luar Negeri Rusia menyebut visa elektronik dapat diterbitkan dalam waktu empat hari kalender. Hari libur dan akhir pekan ikut dihitung dalam periode tersebut.
Prosesnya dilakukan secara daring.
Pemohon mengisi formulir, melakukan pembayaran biaya konsuler, menerima pemberitahuan penerbitan visa, lalu menyimpan atau mencetak pemberitahuan tersebut untuk ditunjukkan kepada perusahaan transportasi dan petugas perbatasan.
Sistem resmi Rusia juga menyatakan pemohon tidak membutuhkan surat undangan atau konfirmasi khusus untuk mengajukan visa elektronik. Hal ini membuat prosesnya lebih sederhana dibandingkan model visa konvensional yang pada beberapa kategori dapat membutuhkan dokumen pendukung tambahan.
Meski waktu proses disebut empat hari kalender, wisatawan sebaiknya tidak mengajukan visa terlalu dekat dengan keberangkatan. Kesalahan informasi pada aplikasi dapat membuat permohonan dikembalikan untuk diperbaiki, kemudian waktu pemeriksaan dihitung kembali setelah data dikirim ulang.
Masa Berlaku Visa Elektronik Kini Sampai 120 Hari
Rusia memperpanjang ketentuan visa elektronik sejak 23 Agustus 2025.
Visa elektronik terpadu kini mempunyai masa berlaku sampai 120 hari sejak diterbitkan. Dalam periode tersebut, pemegang visa dapat melakukan perjalanan dengan masa tinggal maksimal 30 hari sejak tanggal masuk ke Rusia.
Dua angka tersebut tidak boleh tertukar.
Masa berlaku 120 hari berarti wisatawan mempunyai rentang waktu untuk menggunakan visa. Namun, waktu berada di Rusia tidak boleh melebihi 30 hari dalam kunjungan menggunakan visa tersebut.
Bagi wisatawan Indonesia yang rata rata disebut tinggal sekitar sembilan hari di Moskow, durasi 30 hari sudah cukup panjang untuk sebuah perjalanan wisata.
Visa elektronik juga tidak membatasi kunjungan hanya ke Moskow. Pemegangnya dapat bergerak di wilayah Rusia selama tidak memasuki kawasan atau fasilitas yang membutuhkan izin khusus berdasarkan aturan setempat.
Tidak Ada Visa on Arrival Rusia untuk Wisatawan Indonesia
Perbedaan penting lain dengan perjalanan ke sejumlah negara adalah Rusia tidak menawarkan pola Visa on Arrival bagi wisatawan Indonesia seperti mekanisme yang dikenal pada beberapa destinasi lain.
Tolchenov menjelaskan sistem Rusia berbeda dengan Indonesia. Karena itu, wisatawan harus menyelesaikan visa elektronik sebelum keberangkatan.
Keuntungannya, proses dapat dilakukan tanpa datang ke Kedutaan Besar Rusia apabila perjalanan memenuhi ketentuan visa elektronik.
Wisatawan dapat mengisi aplikasi dari rumah dan memantau status permohonan melalui akun di sistem resmi Kementerian Luar Negeri Rusia.
Pemberitahuan visa dapat disimpan di telepon seluler, meski memiliki salinan cetak tetap menjadi langkah yang berguna ketika melakukan perjalanan internasional.
Wisata Halal Disiapkan untuk Menarik Wisatawan Indonesia
Visa bukan satu satunya bagian yang sedang diperbaiki Moskow.
Mostourism secara khusus membawa wisata halal sebagai salah satu nilai jual kepada wisatawan Indonesia. Pemerintah kota menyadari sebagian besar wisatawan Indonesia membutuhkan akses makanan halal dan fasilitas ibadah yang mudah ditemukan.
Pasuginova mengatakan Moskow terus meningkatkan jumlah restoran dan hotel yang dapat memberikan pelayanan sesuai kebutuhan wisatawan Muslim. Mostourism juga telah melakukan kurasi terhadap ratusan lokasi wisata, hotel ramah Muslim, dan restoran halal. Informasinya dihimpun melalui layanan Discover Moscow.
Pendekatan tersebut cukup penting karena masalah makanan sering menjadi pertimbangan utama wisatawan Muslim ketika memilih destinasi jarak jauh.
Moskow mempunyai komunitas Muslim yang besar sehingga fasilitas keagamaan bukan sesuatu yang benar benar baru bagi kota tersebut.
Salah satu bangunan yang terkenal adalah Masjid Katedral Moskow yang menjadi pusat kegiatan masyarakat Muslim di ibu kota Rusia.
Bahasa Masih Dianggap Menjadi Salah Satu Hambatan
Selain visa, perbedaan bahasa masih menjadi perhatian.
Bahasa Rusia menggunakan alfabet Kiril yang sangat berbeda dari alfabet Latin yang digunakan wisatawan Indonesia. Bagi pengunjung pertama, membaca nama stasiun, papan informasi, atau petunjuk tertentu dapat terasa membingungkan.
Mostourism mengakui bahasa termasuk salah satu kendala yang sering dipertimbangkan wisatawan Indonesia.
Pasuginova mengatakan Moskow berusaha membangun lingkungan wisata yang lebih mudah dilalui menggunakan bahasa Inggris. Informasi untuk wisatawan internasional juga terus dikembangkan agar pengunjung tidak sepenuhnya bergantung pada kemampuan berbahasa Rusia.
Aplikasi peta dan penerjemah tetap dapat menjadi pendamping penting.
Wisatawan juga perlu mengunduh informasi yang dibutuhkan sebelum perjalanan karena akses terhadap sejumlah layanan digital internasional di Rusia tidak selalu sama dengan yang biasa digunakan di Indonesia.
Lapangan Merah Tetap Menjadi Magnet Utama
Moskow mempunyai keuntungan berupa sejumlah ikon wisata yang sudah dikenal secara internasional.
Lapangan Merah menjadi lokasi yang hampir selalu masuk rencana perjalanan pertama. Di kawasan tersebut wisatawan dapat melihat Katedral Santo Basil, kompleks Kremlin, pusat perbelanjaan GUM, serta berbagai bangunan bersejarah lainnya.
Moskow juga terkenal melalui sistem Metro yang memiliki sejumlah stasiun dengan interior menyerupai ruang istana. Lampu gantung, mosaik, marmer, dan ornamen besar membuat perjalanan menggunakan transportasi umum sekaligus menjadi kegiatan wisata.
Pilihan lain mencakup kawasan VDNKh, taman kota, museum, pusat seni, pertunjukan balet, serta perjalanan menyusuri Sungai Moskva.
Tolchenov menggambarkan Moskow sebagai kota yang menggabungkan sejarah panjang dengan teknologi dan pembangunan modern. Ia bahkan menilai satu minggu belum tentu cukup untuk menikmati seluruh kawasan yang ditawarkan kota tersebut.
Moskow Juga Membidik Wisata Pertemuan dan Bisnis
Target terhadap Indonesia tidak hanya diarahkan kepada wisatawan keluarga dan individu.
Moskow turut melihat peluang pada sektor pertemuan, perjalanan insentif, konferensi, dan pameran. Rusia ingin perusahaan Indonesia mempertimbangkan Moskow sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan bisnis internasional.
Jenis perjalanan tersebut mempunyai nilai ekonomi tinggi karena peserta biasanya menggunakan hotel, ruang acara, restoran, transportasi, dan berbagai layanan tambahan dalam satu perjalanan.
Hubungan bisnis Indonesia dan Rusia juga terus berkembang di bidang lain. Pertemuan Komisi Bersama Indonesia dan Rusia pada Mei 2026 membahas berbagai area kerja sama perdagangan, ekonomi, dan teknik.
Kegiatan pariwisata kemudian ditempatkan sebagai bagian dari hubungan antarmasyarakat yang dapat memperkuat hubungan kedua negara.
Penerbangan Langsung Masih Menjadi Pekerjaan Berikutnya
Visa elektronik sudah mempermudah administrasi, tetapi akses penerbangan belum sepenuhnya sederhana bagi wisatawan dari seluruh Indonesia.
Saat ini terdapat penerbangan langsung antara Moskow dan Denpasar yang dioperasikan Aeroflot. Pemerintah Indonesia juga mencatat keberadaan rute langsung Moskow dan Denpasar sebagai salah satu unsur yang ikut mendukung hubungan wisata kedua negara.
Namun, wisatawan yang berangkat dari Jakarta belum mempunyai pilihan penerbangan langsung yang sama menuju Moskow.
Mostourism mengakui persoalan konektivitas masih menjadi salah satu hal yang ingin diperbaiki. Dari Jakarta, perjalanan umumnya membutuhkan satu kali transit sebelum tiba di Moskow. Pihak Moskow berharap koneksi langsung dapat berkembang pada periode berikutnya.
Ketersediaan penerbangan langsung dapat menjadi faktor besar.
Perjalanan dengan transit meningkatkan total waktu perjalanan dan dapat membuat paket wisata menjadi lebih mahal atau lebih rumit bagi keluarga yang membawa anak dan wisatawan lanjut usia.
Faktor Keamanan Ikut Ditanyakan Wisatawan
Posisi Rusia dalam situasi geopolitik membuat persoalan keamanan tidak dapat dihindari ketika membahas perjalanan wisata.
Dalam kegiatan di Jakarta, Tolchenov mengatakan aktivitas di Moskow berjalan normal dan kota tersebut tetap menerima wisatawan internasional. Pemerintah Rusia menegaskan ibu kotanya tetap aman untuk wisatawan.
Wisatawan Indonesia tetap perlu mengikuti informasi resmi sebelum berangkat karena situasi penerbangan dan kondisi kawasan dapat berubah.
KBRI Moskow mengimbau WNI yang melakukan perjalanan ke Rusia dan Belarus menyiapkan asuransi perjalanan, tiket pulang atau tiket lanjutan, serta dana yang cukup selama berada di luar negeri. WNI juga diminta memperhatikan perkembangan operasional penerbangan dan menjaga komunikasi dengan keluarga.
Asuransi perjalanan menjadi semakin relevan ketika terdapat kemungkinan perubahan jadwal penerbangan internasional.
“Promosi wisata dapat membuat sebuah kota terlihat menarik, tetapi wisatawan tetap perlu memisahkan materi promosi dari persiapan perjalanan. Visa, penerbangan, asuransi, uang, dan informasi resmi harus diperiksa sebelum keberangkatan.”
Asuransi Tetap Disarankan Meski Data Visa Tidak Mewajibkannya
Sistem visa elektronik Rusia memberikan penjelasan menarik mengenai asuransi.
FAQ resmi menyebut tidak mencantumkan informasi asuransi dalam aplikasi visa elektronik bukan alasan otomatis untuk menolak penerbitan visa atau masuk ke Rusia.
Namun, hal tersebut tidak berarti wisatawan sebaiknya pergi tanpa perlindungan perjalanan.
KBRI Moskow justru menyarankan WNI memiliki asuransi perjalanan selama berada di Rusia. Perlindungan tersebut dapat membantu ketika terjadi kebutuhan kesehatan, perubahan penerbangan, pembatalan perjalanan, atau kejadian lain sesuai cakupan polis.
Wisatawan perlu membaca ketentuan polis secara teliti karena cakupan setiap perusahaan berbeda.
Situasi geopolitik juga dapat memengaruhi pengecualian dalam sebuah polis sehingga nama negara tujuan dan aktivitas perjalanan sebaiknya dicocokkan sebelum pembayaran.
Hotel Membantu Proses Registrasi Wisatawan Asing
Setelah tiba di Rusia, terdapat pula aturan registrasi migrasi yang perlu dipahami.
Sistem resmi visa elektronik Rusia menyebut registrasi kedatangan merupakan prosedur wajib bagi warga asing. Apabila wisatawan tinggal di hotel, proses registrasi biasanya dilakukan secara otomatis oleh pihak hotel sehingga tamu tidak harus mengurus sendiri ke kantor pemerintah.
Hal ini menjadi salah satu alasan memilih akomodasi resmi yang terbiasa menerima wisatawan asing.
Bagi pengunjung yang tinggal di akomodasi lain dalam periode tertentu, kewajiban registrasi perlu diperiksa lebih jauh sesuai tempat tinggal dan durasi kunjungan.
Informasi hotel juga diminta pada formulir visa elektronik. Pemohon perlu mencantumkan nama, alamat, serta nomor telepon tempat menginap yang direncanakan. Sistem Rusia menyatakan konfirmasi reservasi hotel tidak menjadi dokumen wajib untuk membuktikan tujuan wisata pada permohonan elektronik.
Target Berikutnya Adalah Mengembalikan Wisatawan Indonesia
Dengan 3.600 wisatawan Indonesia pada semester pertama 2026 dan pertumbuhan 12 persen, Moskow melihat peluang pemulihan mulai terbuka. Namun, jarak menuju angka 16.000 wisatawan seperti pada 2019 masih cukup jauh.
Karena itu, strategi Moskow bergerak melalui beberapa jalur sekaligus.
Promosi tidak lagi hanya menjual Lapangan Merah dan Kremlin. Pemerintah kota membawa paket wisata ramah Muslim, mempertemukan perusahaan pariwisata dengan agen Indonesia, memperkenalkan visa elektronik, serta membangun kerja sama dengan Jakarta dalam kebudayaan dan industri kreatif.
Bagi wisatawan Indonesia, perubahan paling nyata saat ini berada pada proses visa.
Bebas visa untuk paspor biasa belum berlaku, tetapi visa elektronik membuat pengurusan dapat dilakukan secara daring dengan waktu pemeriksaan sekitar empat hari kalender. Visa tersebut mempunyai masa berlaku sampai 120 hari dan memungkinkan kunjungan maksimal 30 hari setelah memasuki Rusia.
Sementara itu, Moskow masih mempunyai pekerjaan untuk memperbesar jumlah penerbangan, memperluas informasi berbahasa Inggris, menambah layanan ramah Muslim, dan meyakinkan wisatawan Indonesia yang sebelumnya belum menempatkan Rusia dalam daftar tujuan perjalanan mereka.


Comment