Gletser Perito Moreno menjadi salah satu objek wisata alam paling terkenal di Argentina sekaligus ikon Patagonia yang dikenal hingga berbagai belahan dunia. Hamparan es raksasa ini berada di Parque Nacional Los Glaciares, Provinsi Santa Cruz, bagian selatan Argentina. Keindahannya bukan hanya terletak pada warna biru es yang terlihat dari kejauhan, tetapi juga pada aktivitas gletser yang terus bergerak dan sesekali melepaskan bongkahan besar ke perairan di bawahnya.
Wisatawan yang datang dapat menyaksikan dinding es menjulang berhadapan dengan Lago Argentino. Suara retakan terkadang terdengar dari kejauhan, kemudian disusul bongkahan es yang jatuh ke air dengan suara keras. Pemandangan seperti inilah yang membuat Perito Moreno berbeda dari banyak objek wisata alam lain.
Lokasinya juga relatif mudah dijangkau dibandingkan sejumlah gletser terkenal dunia. Kota El Calafate menjadi pintu utama perjalanan. Dari kota tersebut, wisatawan menempuh perjalanan darat sekitar 80 kilometer menuju kawasan gletser.
Perito Moreno Berada di Jantung Patagonia Argentina
Gletser Perito Moreno terletak di bagian selatan Parque Nacional Los Glaciares. Kawasan konservasi tersebut berada di Provinsi Santa Cruz dan menjadi salah satu wilayah alam paling penting di Argentina.
Patagonia sendiri mencakup wilayah sangat luas di bagian selatan Argentina dan Chile. Kawasan ini terkenal melalui pegunungan, padang stepa, danau glasial, hutan, serta hamparan es yang ukurannya sangat besar.
Perito Moreno merupakan salah satu gletser yang berasal dari Southern Patagonian Ice Field atau Lapangan Es Patagonia Selatan.
Wilayah es tersebut menjadi salah satu reservoir es terbesar di luar kawasan kutub.
Air dari gletser kemudian berhubungan dengan Lago Argentino, danau besar yang menjadi salah satu ciri utama kawasan El Calafate.
Pertemuan antara dinding es, air danau, serta barisan pegunungan menciptakan pemandangan yang sangat mudah dikenali.
Nama Perito Moreno Berasal dari Tokoh Penting Argentina
Nama gletser ini berasal dari Francisco Pascasio Moreno, seorang penjelajah, ilmuwan, dan ahli geografi Argentina.
Ia dikenal dengan julukan Perito Moreno. Kata perito dalam bahasa Spanyol dapat digunakan untuk menyebut seseorang yang mempunyai keahlian dalam suatu bidang.
Francisco Moreno mempunyai peranan penting dalam eksplorasi wilayah Patagonia serta perkembangan kawasan konservasi Argentina.
Menariknya, Gletser Perito Moreno tidak boleh disamakan dengan Parque Nacional Perito Moreno.
Keduanya berada di Provinsi Santa Cruz, tetapi merupakan lokasi yang berbeda.
Gletser Perito Moreno berada di Parque Nacional Los Glaciares dekat El Calafate. Sementara Parque Nacional Perito Moreno merupakan taman nasional tersendiri yang berada jauh di wilayah lain Santa Cruz.
Kesamaan nama tersebut cukup sering membuat wisatawan asing keliru ketika pertama kali merencanakan perjalanan.
Dinding Es Perito Moreno Bisa Menjulang Puluhan Meter
Salah satu hal yang membuat Perito Moreno terlihat luar biasa adalah bagian depan gletser yang membentuk dinding es besar.
Bagian yang terlihat di atas permukaan air dapat mencapai sekitar 60 meter pada sejumlah titik.
Namun bagian es sebenarnya tidak berhenti di permukaan air.
Massa gletser masih berlanjut ke bawah danau sehingga ukuran keseluruhannya jauh lebih besar daripada yang dapat dilihat wisatawan.
Dari pasarela, manusia terlihat sangat kecil jika dibandingkan dengan dinding es tersebut.
Warna gletser juga tidak sepenuhnya putih.
Beberapa bagian terlihat biru muda hingga biru pekat. Warna tersebut muncul ketika struktur es yang sangat padat menyerap sebagian panjang gelombang cahaya dan lebih banyak meneruskan warna biru.
Bagian es yang lebih tua dan padat dapat menghasilkan warna biru yang terlihat semakin kuat.
Bongkahan Es Jatuh Menjadi Atraksi yang Paling Ditunggu
Wisatawan yang berada di pasarela sering menunggu satu kejadian tertentu, yaitu runtuhnya bagian depan gletser.
Perito Moreno terus bergerak secara perlahan.
Tekanan di dalam massa es dapat menghasilkan retakan. Pada suatu saat, bagian es yang berada di depan dapat terlepas dan jatuh menuju danau.
Proses tersebut dikenal sebagai calving.
Kadang yang jatuh hanya potongan kecil. Namun pada kesempatan tertentu, bongkahan berukuran sangat besar dapat runtuh sekaligus.
Suara retakan biasanya terdengar terlebih dahulu.
Beberapa detik kemudian, es jatuh dengan suara menggelegar dan menghasilkan gelombang di permukaan air.
Wisatawan tidak dapat menentukan kapan peristiwa tersebut akan terjadi. Justru ketidakpastian itu membuat banyak orang bersedia berdiri cukup lama di titik pandang.
“Menurut penulis, Perito Moreno mempunyai daya tarik yang sulit digantikan foto. Suara retakan es dan jatuhnya bongkahan besar menjadi pengalaman yang baru terasa utuh ketika disaksikan langsung.”
Fenomena Bendungan Es Membuat Perito Moreno Semakin Terkenal
Perito Moreno mempunyai fenomena alam yang telah lama menarik perhatian ilmuwan dan wisatawan.
Pada periode tertentu, bagian depan gletser bergerak hingga menyentuh kawasan daratan di Semenanjung Magallanes.
Ketika kondisi tersebut terjadi, aliran air antara beberapa bagian Lago Argentino dapat terhambat.
Gletser kemudian membentuk semacam bendungan es alami.
Permukaan air pada satu sisi dapat meningkat karena jalur air tertutup.
Tekanan air secara bertahap membentuk terowongan di bawah atau melalui massa es. Terowongan tersebut dapat membesar hingga menghasilkan lengkungan es.
Pada akhirnya, bagian lengkungan dapat runtuh.
Fenomena tersebut dikenal luas sebagai ruptura dan menjadi salah satu peristiwa alam yang sangat terkenal di Patagonia.
Waktu terjadinya tidak mempunyai jadwal tetap sehingga wisatawan tidak dapat merencanakan kunjungan hanya berdasarkan harapan melihat ruptura besar.
Pasarela Menjadi Cara Termudah Melihat Gletser
Salah satu kelebihan wisata Perito Moreno adalah pengunjung tidak harus mempunyai pengalaman mendaki untuk melihat gletser dari jarak relatif dekat.
Kawasan wisata mempunyai jaringan pasarela atau jembatan dan jalur berjalan yang dibangun pada berbagai ketinggian.
Jalur tersebut memberikan sudut pandang berbeda terhadap gletser.
Wisatawan dapat berhenti pada sejumlah balkon pengamatan dan melihat bagian depan es dari posisi yang berbeda.
Ada titik yang memberikan pandangan luas terhadap keseluruhan gletser, sementara bagian lainnya membawa pengunjung lebih dekat secara visual terhadap dinding es.
Jaringan pasarela mempunyai panjang beberapa kilometer sehingga pengunjung sebaiknya menyediakan waktu cukup.
Tidak perlu berjalan cepat.
Justru salah satu pengalaman terbaik adalah berhenti, memperhatikan permukaan es, kemudian mendengarkan suara yang muncul dari arah gletser.
Sejumlah Jalur Bisa Digunakan Pengunjung dengan Mobilitas Terbatas
Pengelolaan kawasan Perito Moreno juga memperhatikan akses bagi wisatawan dengan tingkat mobilitas berbeda.
Sebagian jalur dan fasilitas pengamatan dibuat agar dapat digunakan oleh pengunjung dengan keterbatasan mobilitas.
Hal tersebut membuat Perito Moreno lebih mudah dinikmati dibandingkan objek wisata gletser yang hanya dapat dicapai melalui pendakian panjang.
Wisatawan lanjut usia juga dapat memilih jalur yang lebih ringan tanpa harus menjelajahi seluruh jaringan pasarela.
Tersedia area pelayanan dan fasilitas pendukung di kawasan kunjungan.
Namun Patagonia mempunyai cuaca yang dapat berubah cepat. Pengunjung tetap perlu memperhitungkan angin, suhu rendah, serta kondisi permukaan jalan.
Minitrekking Membawa Wisatawan Berjalan di Atas Gletser
Bagi wisatawan yang ingin pengalaman lebih dekat, aktivitas minitrekking menjadi salah satu pilihan terkenal.
Perjalanan biasanya dimulai dengan menuju kawasan pelabuhan Bajo de las Sombras.
Peserta kemudian menyeberangi bagian Lago Rico menggunakan kapal sebelum berjalan menuju gletser.
Setelah sampai di area yang ditentukan, pemandu memberikan perlengkapan dan petunjuk keselamatan.
Crampon dipasang pada alas kaki untuk membantu mencengkeram permukaan es.
Peserta kemudian berjalan mengikuti jalur yang telah diperiksa oleh pemandu.
Sepanjang perjalanan, wisatawan dapat melihat retakan, formasi es, aliran air, cekungan, serta perubahan warna permukaan.
Aktivitas tersebut tidak boleh dilakukan sembarangan tanpa pemandu.
Gletser merupakan lingkungan yang terus bergerak. Retakan dapat terbentuk dan sebagian berpotensi sulit terlihat.
Trekking Es Membutuhkan Kondisi Fisik yang Memadai
Meskipun minitrekking dirancang sebagai aktivitas wisata, berjalan di atas permukaan es tetap membutuhkan kondisi fisik tertentu.
Permukaan gletser tidak rata.
Wisatawan harus berjalan menggunakan crampon dan mengikuti arahan pemandu mengenai teknik menempatkan kaki.
Operator juga dapat menetapkan batas usia, kondisi kesehatan, serta persyaratan lain bagi peserta.
Ketentuan tersebut dapat berubah sehingga calon wisatawan perlu memeriksanya ketika melakukan pemesanan.
Pakaian menjadi unsur penting.
Sarung tangan termasuk perlengkapan yang sangat diperlukan. Jaket tahan angin, pakaian hangat, kacamata hitam, dan alas kaki yang sesuai juga membantu meningkatkan kenyamanan.
Pantulan cahaya dari es dapat terasa sangat terang meskipun suhu udara rendah.
Menikmati Perito Moreno dari Kapal Memberikan Perspektif Berbeda
Melihat gletser dari pasarela dan dari kapal menghasilkan pengalaman yang tidak sama.
Dari jalur pengamatan, wisatawan mendapatkan pandangan luas.
Dari permukaan air, dinding gletser terlihat jauh lebih tinggi karena posisi pengunjung berada lebih dekat dengan permukaan danau.
Pelayaran wisata tersedia pada beberapa bagian kawasan.
Kapal bergerak menuju jarak aman dari dinding es sehingga wisatawan dapat memperhatikan bentuk gletser dengan lebih jelas.
Jarak aman sangat penting karena bongkahan es dapat jatuh sewaktu waktu.
Ketika es besar runtuh, gelombang dapat terbentuk di perairan sekitar.
Operator kapal karena itu mengikuti jalur serta batas keselamatan yang telah ditentukan.
Aktivitas pelayaran dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang tidak ingin melakukan trekking tetapi tetap ingin memperoleh sudut pandang berbeda.
El Calafate Menjadi Kota Utama untuk Memulai Perjalanan
Sebagian besar wisatawan menuju Perito Moreno melalui El Calafate.
Kota ini menjadi pusat wisata di Provinsi Santa Cruz dan mempunyai Bandara Internasional Comandante Armando Tola.
Penerbangan dari Buenos Aires menjadi salah satu jalur yang banyak digunakan wisatawan.
Setelah tiba di El Calafate, perjalanan menuju gletser dapat dilakukan menggunakan kendaraan pribadi, bus wisata, atau layanan tur.
Jarak menuju Perito Moreno sekitar 80 kilometer.
Waktu perjalanan menggunakan mobil biasanya sekitar satu setengah jam.
Jalan menuju kawasan taman nasional juga memberikan pemandangan Patagonia yang menarik.
Pengunjung melewati kawasan terbuka dengan perbukitan dan pemandangan Lago Argentino pada beberapa bagian.
Mirador de los Suspiros Memberikan Pertemuan Pertama dengan Gletser
Dalam perjalanan memasuki kawasan Perito Moreno, terdapat titik yang dikenal sebagai Mirador de los Suspiros.
Nama tersebut dapat diterjemahkan sebagai tempat pandang desahan.
Sebutan itu menggambarkan reaksi banyak pengunjung ketika untuk pertama kalinya melihat besarnya gletser dari kejauhan.
Setelah perjalanan melalui daratan Patagonia, massa es tiba tiba muncul dengan warna terang di antara pegunungan.
Pengunjung biasanya berhenti untuk mengambil foto.
Namun pemandangan dari titik tersebut masih menjadi awal perjalanan.
Semakin mendekati kawasan pasarela, bentuk dinding es terlihat semakin jelas dan ukurannya terasa jauh lebih besar.
September hingga Maret Menjadi Periode Favorit Wisatawan
Perito Moreno dapat dikunjungi sepanjang tahun, tetapi September hingga Maret menjadi periode yang banyak direkomendasikan untuk perjalanan.
Periode tersebut mencakup musim semi dan musim panas di belahan bumi selatan.
Hari menjadi lebih panjang sehingga wisatawan mempunyai waktu lebih banyak melakukan aktivitas luar ruangan.
Suhu juga relatif lebih nyaman dibandingkan musim dingin.
Namun Patagonia tetap terkenal dengan angin kuat dan perubahan cuaca.
Bahkan pada musim panas, wisatawan sebaiknya tetap membawa pakaian hangat.
November dan Desember dapat mempunyai angin yang cukup kuat.
Pengunjung yang datang antara Mei dan Agustus berpeluang mendapatkan suasana musim dingin dengan salju di berbagai bagian kawasan.
Los Glaciares Diakui UNESCO Sejak 1981
Parque Nacional Los Glaciares mempunyai status penting dalam konservasi internasional.
UNESCO memasukkan kawasan tersebut ke dalam daftar Situs Warisan Dunia pada 1981.
Taman nasional ini mempunyai luas sekitar 726 ribu hektare dan mencakup bentang alam yang sangat beragam.
Sekitar setengah kawasan Warisan Dunia tersebut berkaitan dengan hamparan gletser.
Selain Perito Moreno, terdapat sejumlah gletser besar lain seperti Upsala dan Spegazzini.
Danau Argentino dan Viedma juga menjadi bagian penting dari sistem bentang alam di kawasan ini.
Pegunungan, hutan Patagonia, padang stepa, serta ekosistem lainnya membuat Los Glaciares tidak hanya menarik karena es.
Perito Moreno Bukan Satu Satunya Gletser yang Bisa Dilihat
Wisatawan yang mempunyai beberapa hari di El Calafate dapat memperluas perjalanan menuju gletser lain.
Upsala merupakan salah satu nama paling terkenal.
Gletser tersebut dapat dilihat melalui perjalanan menggunakan kapal di Lago Argentino.
Spegazzini juga menjadi tujuan pelayaran yang populer karena mempunyai dinding es yang terlihat sangat tinggi.
Paket pelayaran tertentu membawa wisatawan melewati beberapa bagian danau untuk melihat lebih dari satu gletser dalam sehari.
Kondisi perairan dan keberadaan bongkahan es dapat memengaruhi rute kapal.
Karena itu, kegiatan selalu mengikuti keadaan aktual kawasan.
Menggabungkan Perito Moreno dengan pelayaran menuju gletser lain memberikan gambaran mengenai skala sistem es Patagonia yang jauh lebih luas.
El Calafate Juga Terkenal karena Buah Calafate
Nama Kota El Calafate berasal dari tanaman calafate yang tumbuh di Patagonia.
Tanaman ini menghasilkan buah kecil berwarna gelap yang dapat digunakan untuk berbagai olahan.
Wisatawan dapat menemukan selai, makanan penutup, cokelat, es krim, hingga minuman dengan rasa calafate di kota.
Ada pula cerita lokal yang terkenal mengenai buah tersebut.
Menurut cerita masyarakat, siapa pun yang memakan buah calafate akan kembali ke Patagonia.
Cerita tersebut menjadi bagian menarik dari pengalaman wisata kota.
Setelah seharian berada di kawasan bersuhu dingin, restoran dan kafe di El Calafate menjadi tempat wisatawan beristirahat sebelum melakukan perjalanan berikutnya.
Tiket Masuk Los Glaciares Berlaku dengan Tarif Berbeda
Pengunjung Perito Moreno perlu membayar biaya akses ke Parque Nacional Los Glaciares.
Mulai 1 Juni 2026, tarif umum harian untuk Los Glaciares ditetapkan sebesar 50.000 peso Argentina.
Tersedia kategori harga berbeda bagi warga Argentina, penduduk Provinsi Santa Cruz, pelajar, serta kelompok yang memenuhi persyaratan tertentu.
Harga dalam peso Argentina perlu diperiksa mendekati waktu perjalanan karena kebijakan tiket dapat berubah.
Biaya masuk taman nasional juga berbeda dari harga aktivitas tambahan.
Pelayaran, trekking es, transportasi dari El Calafate, makanan, serta layanan tur mempunyai tarif masing masing.
Wisatawan yang ingin mengikuti aktivitas lebih dari satu hari perlu menghitung biaya tersebut secara terpisah.
Jam Masuk Kawasan Berubah Mengikuti Musim
Akses menuju koridor Mitre dan Glaciar Moreno mempunyai jadwal yang berbeda antara musim panas dan musim dingin.
Pada periode 1 September sampai 30 April, akses dibuka mulai sekitar pukul 08.00 hingga 18.00, dengan waktu berada di kawasan sampai sekitar pukul 20.00.
Pada periode 1 Mei sampai 31 Agustus, jadwal masuk lebih pendek, mulai sekitar pukul 09.00 hingga 16.00, dengan waktu berada di kawasan sampai sekitar pukul 18.00.
Perbedaan tersebut berkaitan dengan panjang waktu terang serta kondisi musim.
Wisatawan yang melakukan perjalanan mandiri perlu mengatur waktu keberangkatan dari El Calafate agar tidak tiba terlalu sore.
Datang lebih pagi juga memberikan kesempatan lebih panjang menyusuri pasarela.
Pakaian Berlapis Lebih Sesuai untuk Cuaca Patagonia
Cuaca di Perito Moreno dapat terasa berubah dalam satu hari.
Pagi mungkin sangat dingin, kemudian matahari muncul dan membuat suhu terasa lebih nyaman. Tidak lama setelah itu, angin Patagonia dapat membuat udara kembali terasa menusuk.
Karena itu, pakaian berlapis menjadi pilihan yang nyaman.
Jaket tahan angin sangat berguna. Sarung tangan, syal, topi hangat, dan sepatu dengan daya cengkeram baik juga dapat dibawa.
Kacamata hitam bukan hanya aksesori.
Pantulan sinar matahari dari permukaan es dan air dapat terasa kuat bagi mata.
Tabir surya tetap diperlukan meskipun wisatawan berada di daerah dingin karena paparan sinar ultraviolet tetap terjadi.
Bagi pengunjung yang ingin menjelajahi pasarela selama beberapa jam, membawa air minum dan menggunakan sepatu nyaman akan membantu menikmati Gletser Perito Moreno tanpa harus terburu buru meninggalkan titik pengamatan.


Comment